

Mengubah ruang miring menjadi penyimpanan yang mudah dijangkau
Visual awal memperlihatkan rongga terbuka di bawah tangga, dengan tinggi ruang yang bertambah dari kiri ke kanan. Rancangan lemari bawah tangga di Jakarta Selatan ini perlu memanfaatkan bentuk tersebut tanpa mengubah struktur tangga. Menaruh lemari biasa akan menyisakan celah di atas dan belum tentu memberi akses nyaman ke bagian yang rendah. Sepatu, tas, kotak perlengkapan, dan alat kebersihan memiliki ukuran serta cara penyimpanan berbeda. Rak tetap yang terlalu dalam membuat barang di belakang sulit diambil. Pada bagian rendah, orang juga harus membungkuk untuk melihat isi. Pembagian yang tepat perlu mengikuti tinggi ruang sekaligus kebiasaan mengambil barang saat keluar atau masuk rumah. Bidang miring menuntut pengukuran yang teliti agar pintu, filler, dan garis tepinya bertemu rapi. Pergerakan modul tarik tidak boleh menutup jalur secara berlebihan. Kondisi dinding belakang serta kemungkinan titik servis juga perlu diperiksa sebelum ditutup kabinet. Bagian sepatu membutuhkan rancangan ventilasi yang tetap menyatu dengan muka lemari.
Modul rendah ditarik keluar, bagian tinggi menampung barang tegak
Bagian rendah memakai rak sepatu tarik agar isi dapat dibawa keluar dari rongga tangga. Modul tengah menampung tas dan kotak pada rak, sementara bagian tinggi dapat disiapkan untuk perlengkapan yang perlu berdiri. Pintu mengikuti kemiringan bidang atas, dengan tarikan yang masuk ke muka kabinet agar tampilannya tetap sederhana. HPL dusty teal memberi warna pada ruang tanpa mengubah tangga dan railing. Interior putih membantu isi terlihat lebih jelas saat pintu dibuka. Rak yang dapat diatur memberi ruang untuk perubahan kebutuhan penyimpanan. Celah ventilasi pada plinth modul sepatu direncanakan tersamar, dengan ukuran bukaan ditentukan saat gambar kerja dibuat. Korpus multipleks, edging ABS, dan rel sesuai beban menjadi dasar rekomendasi material. Detail filler mengikuti bentuk aktual dinding dan bidang tangga. Titik servis, jika ada, tetap diberi akses. Sebelum produksi, lebar lintasan modul tarik serta ruang berdiri perlu diperiksa di lokasi. Jenis sepatu, tas, dan alat rumah tangga membantu menentukan pembagian akhir yang benar-benar terpakai.



| Korpus lemari | Multipleks 18 mm berlapis HPL putih pada interior; modul disusun mengikuti ruang bawah tangga yang telah diukur |
|---|---|
| Pintu kabinet | Multipleks 18 mm dengan HPL dusty teal matte; bentuk daun dan panel atas mengikuti kemiringan bidang tangga |
| Panel belakang | Multipleks 9 mm dengan pelapis interior putih; akses ke titik servis tetap disediakan bila terdapat utilitas |
| Rak sepatu tarik | Modul rak multipleks berlapis HPL dengan rel heavy-duty; kapasitas rel ditentukan dari ukuran dan beban penggunaan |
| Rak penyimpanan | Multipleks 18 mm berlapis HPL putih dengan dudukan metal; sebagian rak dapat diatur untuk tas dan kotak simpan |
| Engsel pintu | Engsel concealed soft-close pada pintu ayun; bukaan diperiksa agar tidak berbenturan dengan modul lain |
| Handle | Profil finger pull vertikal yang menyatu dengan muka kabinet; tepi pegangan dirapikan agar nyaman digenggam |
| Modul tinggi | Ruang simpan tanpa rak tetap pada sebagian modul untuk alat kebersihan; pengikat aksesori mengikuti kebutuhan |
| Detail tepi | Edging ABS senada pada seluruh tepi terbuka; filler mengikuti bidang miring tanpa mengubah struktur tangga |
| Ventilasi kabinet | Celah ventilasi tersamar pada plinth modul sepatu; posisi dan luas bukaan ditetapkan pada gambar kerja |



