

Menyimpan pakaian tanpa membuat jalur di sisi tempat tidur sempit
Pada visual awal, bidang dinding belakang masih kosong dan sisi tempat tidur sudah mengambil sebagian ruang. Rancangan wardrobe untuk kamar di Bogor ini perlu menampung pakaian harian tanpa mengganggu langkah menuju pintu atau jendela. Menentukan lebar lemari saja belum cukup; cara membuka pintu dan mengambil isi laci juga perlu dipikirkan sejak awal. Pakaian yang digantung, kaus lipat, serta barang kecil membutuhkan tempat berbeda. Jika semua bagian dibuat berupa rak, kemeja akan mudah terlipat dan isi lemari cepat bertumpuk. Sebaliknya, ruang gantung yang terlalu besar dapat menyisakan banyak ruang kosong di bawah pakaian pendek. Pembagian modul harus mengikuti barang yang benar-benar akan disimpan. Posisi tempat tidur membatasi ruang untuk pintu ayun. Bagian atas juga sebaiknya tetap berguna, meskipun tidak nyaman dijangkau setiap hari. Karena itu, rancangan memisahkan barang harian dari barang yang jarang dipakai. Akses ke rel bawah, jarak antara daun pintu, dan lebar bukaan laci harus diperiksa bersama agar lemari tetap mudah digunakan serta dibersihkan.
Pintu bergeser ke samping, barang harian berada dalam jangkauan
Dua daun pintu bergerak pada rel yang sejajar dengan muka lemari. Saat satu sisi dibuka, sisi lainnya tertutup oleh daun yang bergeser. Susunan ini menjaga area di depan tempat tidur tetap tersedia. Warna putih dipadukan dengan motif ash muda agar bidang lemari terasa ringan tanpa memerlukan cermin besar di dalam kamar. Area gantung ditempatkan di atas laci internal, sedangkan rak menampung pakaian lipat dan kotak kecil. Kabinet overhead disiapkan untuk barang yang tidak diambil setiap hari. Pembagian laci mengikuti lebar bukaan pintu, sehingga laci dapat ditarik tanpa tersangkut daun yang sedang berada di sampingnya. Tarikan yang masuk ke bidang pintu juga menjaga muka kabinet tetap sederhana. Material yang direkomendasikan ialah multipleks berlapis HPL dengan tepi tertutup edging ABS. Sistem rel dan peredam dipilih sebagai satu perangkat yang sesuai berat pintu. Sebelum produksi, ukuran kamar, posisi stopkontak, dan jarak ke tempat tidur perlu dikonfirmasi. Diskusi bisa dimulai dari jumlah pakaian gantung, kebutuhan laci, serta barang yang ingin dipindahkan dari luar lemari.



| Korpus lemari | Multipleks 18 mm berlapis HPL putih pada bagian dalam; tepi panel ditutup rapi sesuai pembagian modul |
|---|---|
| Pintu geser | Panel multipleks 18 mm dengan HPL putih matte dan motif ash muda; dua daun bergerak pada jalur terpisah |
| Panel belakang | Multipleks 9 mm dengan pelapis interior putih; pemasangan memperhatikan kondisi dinding dan akses servis |
| Sistem rel | Rel aluminium atas dan bawah dengan roda berpemandu; kapasitas dipilih mengikuti bobot serta ukuran daun pintu |
| Peredam pintu | Perangkat soft-close yang kompatibel dengan sistem rel; setelan akhir diperiksa setelah kabinet terpasang |
| Handle | tarikan aluminium warna silver pada tepi daun pintu agar tidak menonjol ke jalur berjalan |
| Rak penyimpanan | Multipleks 18 mm berlapis HPL putih; sebagian rak dapat diatur tinggi mengikuti kelompok pakaian |
| Area gantung | Batang gantung stainless steel dengan dudukan metal; panjang bentang disesuaikan dengan pembagian kabinet |
| Laci internal | Kotak laci multipleks berlapis interior putih dengan rel soft-close sesuai beban dan ukuran modul |
| Detail tepi | Edging ABS pada sisi panel terbuka, plinth tertutup, dan filler mengikuti bentuk dinding hasil pengukuran |


