

Menyatukan lemari dan meja rias tanpa memenuhi kamar
Bidang dinding kosong pada visual awal berada dekat jendela dan sisi tempat tidur. Dalam rancangan wardrobe di Depok ini, lemari pakaian perlu berbagi tempat dengan meja rias. Jika keduanya berdiri sendiri, celah di antaranya mudah menjadi ruang sisa, sementara ukuran meja bisa membuat area berjalan terasa lebih sempit. Meja rias membutuhkan posisi duduk yang nyaman, tempat untuk barang kecil, dan cermin yang bisa dipakai tanpa harus berdiri. Menambah banyak rak terbuka akan memberi ruang simpan, tetapi juga membuat botol dan perlengkapan cepat memenuhi pandangan. Barang yang sering diambil perlu dipisahkan dari perlengkapan cadangan supaya bidang meja tetap mudah dirapikan. Lemari di sebelahnya memakai pintu ayun, sehingga lintasan daun perlu dibaca bersama posisi kursi dan tempat tidur. Tampilan oak yang tenang juga bergantung pada arah serat serta pertemuan antarbidang. Bagian atas, tarikan pintu, dan sisi meja harus terasa sebagai satu susunan, tanpa mengorbankan akses untuk menggantung pakaian atau menarik laci.
Satu bidang oak dengan sudut rias yang memiliki ruang kaki
Lemari menempati sisi utama dinding, sementara meja rias masuk ke ceruk di sampingnya. Bidang bawah meja dibiarkan terbuka untuk kaki dan kursi kecil. Cermin oval memberi bentuk yang lebih lembut pada susunan pintu yang tegak. Jendela di sisi meja tetap terbuka agar cahaya alami dapat mencapai area bersiap. Dua laci dangkal menampung perlengkapan kecil tanpa membuat meja terlalu tebal. Rak samping cukup untuk barang yang dipakai rutin; sisanya masuk ke laci atau kabinet tertutup. Di dalam lemari, area gantung berdampingan dengan rak pakaian lipat. Pintu ayun memberi akses langsung ke satu kelompok penyimpanan ketika sedang memilih pakaian. HPL motif oak muda direkomendasikan untuk panel, dengan tarikan kayu solid dan tepi senada. Engsel serta rel soft-close disesuaikan dengan berat pintu dan isi laci. Ukuran meja, tinggi cermin, serta bukaan pintu ditetapkan setelah posisi tempat tidur diketahui. Untuk kebutuhan serupa, pembicaraan dapat dimulai dari kebiasaan bersiap, alat yang digunakan, dan jumlah pakaian yang perlu ditata.



| Korpus lemari | Multipleks 18 mm dengan pelapis HPL motif oak muda di bagian terlihat dan HPL putih pada interior |
|---|---|
| Pintu lemari | Panel multipleks 18 mm berlapis HPL motif oak muda; arah serat vertikal disusun selaras antardaun |
| Engsel | Engsel concealed soft-close untuk pintu ayun; jumlah dan posisi mengikuti berat serta tinggi daun pintu |
| Handle | Tarikan kayu solid berbentuk sederhana dengan finishing clear matte; pemasangan memakai pengikat dari sisi dalam |
| Rak internal | Multipleks 18 mm berlapis HPL putih dengan dudukan rak metal; pembagian mengikuti pakaian lipat dan kotak simpan |
| Batang gantung | Pipa stainless steel dengan bracket metal pada modul pakaian gantung; bentang mengikuti ukuran akhir kabinet |
| Meja rias | Panel multipleks berlapis HPL oak muda dengan dua laci dangkal; bidang bawah menyisakan ruang kaki |
| Rel laci | Rel soft-close pada laci meja rias dan penyimpanan internal; kapasitas ditentukan berdasarkan isi yang direncanakan |
| Cermin | Cermin oval dengan backing dan pengikat khusus; posisi pemasangan mengikuti tinggi duduk serta bidang dinding |
| Finishing tepi | Edging ABS senada pada panel terbuka, seal sambungan seperlunya, dan filler rapi pada pertemuan dinding |



