

Dua kegiatan sehari-hari harus berbagi satu ruang
Rancangan ruang keluarga ini ditujukan untuk kebutuhan rumah di Bogor, ketika makan bersama dan bersantai harus berbagi satu bidang lantai. Ruang yang terlihat lapang saat kosong bisa cepat terasa sesak setelah sofa, meja, kursi makan, dan kabinet ditempatkan tanpa urutan yang jelas. Jalur dari pintu menuju ruang berikutnya perlu tetap terbuka saat semua tempat duduk dipakai. Area makan juga memerlukan tempat untuk menyimpan perlengkapan yang tidak digunakan setiap waktu. Menambah lemari terpisah akan mengambil lantai yang dibutuhkan untuk bergerak. Sementara itu, meja yang terlalu besar dapat membuat kursi sulit ditarik, dan kabinet TV yang terlalu dalam mempersempit jarak di depan sofa. Tantangan lainnya adalah memberi karakter tanpa membuat rumah terasa ramai. Warna, serat kayu, dan tekstur kain perlu bekerja bersama dengan cahaya dari jendela. Penataan harus tetap mudah dirawat, termasuk saat membersihkan lantai, mengambil isi bangku, atau memindahkan kursi untuk kegiatan keluarga yang berbeda.
Bangku simpan dan furnitur ringkas menjaga ruang gerak
Area duduk ditempatkan di depan, sementara meja makan berada di sisi belakang dekat dinding. Bangku makan memanfaatkan bidang tersebut sekaligus menyediakan ruang simpan di bawah dudukan. Dua kursi lepas melengkapi meja, sehingga susunannya bisa disesuaikan tanpa menambah bangku besar di tengah jalur utama. Sofa terracotta menjadi aksen hangat, diseimbangkan oleh ash muda dan kain dusty blue pada bangku. Meja kopi oval mengurangi sudut yang menonjol di area berjalan. Kabinet TV dibuat dangkal dengan laci tertutup agar barang kecil mempunyai tempat sendiri dan permukaan ruang tetap mudah dirapikan setelah digunakan. Multipleks berlapis HPL direkomendasikan untuk kabinet, sedangkan veneer ash memberi serat kayu pada meja. Ukuran furnitur perlu ditetapkan setelah pengukuran, termasuk ruang untuk menarik kursi dan membuka tutup bangku. Sampel kain, warna, serta detail tepi dibahas bersama sebelum produksi agar pilihan material dan nilai investasi sesuai dengan kebutuhan rumah.



| Kabinet penyimpanan | Multipleks 18 mm dengan HPL motif ash muda di sisi luar dan HPL putih pada interior; setiap tepi terbuka ditutup ABS senada |
|---|---|
| angku makan | Rangka kayu dan multipleks dengan kompartemen simpan; ukuran dudukan serta kedalaman mengikuti ruang yang tersedia dan posisi meja |
| Pelapis bangku | Busa dudukan dengan kain upholstery dusty blue; bantalan dapat dilepas agar bagian duduk lebih mudah dirawat dan dibersihkan |
| Sofa | Rangka kayu dengan dudukan busa dan upholstery kain terracotta; ukuran akhir mengikuti jalur berjalan serta jarak terhadap meja |
| Meja makan | Rangka kayu solid dengan bidang berlapis veneer ash dan clear matte; sudut meja dibulatkan untuk menjaga ruang gerak |
| Meja kopi | Kayu olahan berlapis veneer ash dengan finishing clear matte; bentuk oval memberi ruang gerak di depan sofa dan kabinet |
| Hardware | Rel soft-close pada laci kabinet dan penyangga tutup bangku sesuai bobot; akses isi diperiksa pada posisi meja terpasang |
| Dinding | Cat interior berbasis air warna off-white pada bidang rata; persiapan permukaan mengikuti kondisi dinding sebelum pengecatan |
| Lantai | Keramik abu-abu muda dengan nat senada; kesikuan, kerataan, dan kondisi lantai diperiksa sebelum penempatan furnitur |
| Pencahayaan | Downlight plafon dan satu lampu gantung di area makan; posisi serta tingkat terang disesuaikan dengan kebutuhan ruang |



