

Bata ekspos yang berkarakter, area kerja yang tetap mudah dirawat
Visual awal memperlihatkan ruang kosong dengan jendela lebar dan kulkas di sisi kiri. Rancangan kitchen set untuk rumah di Depok ini mengambil arah industrial, tetapi dapur tetap harus nyaman untuk pekerjaan harian. Bata dan besi dapat memberi tampilan yang kuat; persoalannya adalah memilih bagian mana yang boleh bertekstur dan bagian mana yang harus mudah dilap setelah memasak. Meja persiapan terpisah menjadi kebutuhan utama dalam susunan ini. Jika island terlalu besar, pergerakan menuju sink dan kulkas akan terhambat. Laci yang terbuka juga memerlukan ruang di depannya. Karena itu, ukuran island tidak bisa ditentukan hanya dari foto yang terlihat menarik. Perlu ada ruang untuk membawa panci, berdiri di depan kompor, dan mengambil barang tanpa saling menghalangi. Rak terbuka membawa pertimbangan lain: barang mudah diambil, tetapi mudah terlihat berantakan jika seluruh koleksi dikeluarkan. Area dekat kompor juga berhadapan dengan percikan dan uap. Susunan penyimpanan harus membagi peralatan yang sering dipakai dengan persediaan yang lebih baik masuk kabinet, sekaligus menyisakan bidang meja untuk pekerjaan nyata.
Meja stainless di tepi ruang, island granit untuk persiapan
Area cuci dan memasak mengikuti tepi ruang, sedangkan island ditempatkan sebagai meja persiapan dengan akses dari beberapa sisi. Kulkas tetap berada dekat jalur masuk. Sink di sisi jendela menerima cahaya alami, sementara dinding bata di atas kompor dibiarkan terbuka. Posisi ini membantu membagi pekerjaan tanpa membuat setiap kegiatan menumpuk pada satu bidang meja yang sama. Countertop utama direkomendasikan memakai stainless steel satin agar area kerja memiliki permukaan yang utuh dan mudah dijangkau saat dibersihkan. Granit abu-abu memberi bidang berbeda pada island. Rangka besi hitam dan pintu charcoal menahan tampilan tetap sederhana, sehingga tekstur bata menjadi bagian yang paling menonjol. Laci island menampung panci yang dibutuhkan saat menyiapkan makanan. Rak besi hanya diisi barang harian; sisanya masuk kabinet tertutup. Untuk bata, lapisan pelindung dan perlindungan tambahan pada area percikan perlu ditetapkan saat detail kerja dibuat. Sambungan logam, akses pipa, dan beban rak juga harus diperiksa sebelum produksi. Rancangan ini dapat disesuaikan lewat diskusi tentang alat masak, pola penyimpanan, dan ruang gerak yang tersedia.



| Korpus kabinet | Multipleks 18 mm dengan pelapis HPL abu-abu pada bagian dalam kabinet |
|---|---|
| Finishing pintu | HPL charcoal matte pada pintu datar; tepi tertutup edging ABS senada |
| Countertop utama | Stainless steel 304 satin di atas bidang penopang rata yang kaku |
| Countertop island | Granit abu-abu gelap, tebal 20 mm, dengan tepi lurus |
| Rangka dan rak | Besi hollow dengan finishing powder coating hitam untuk island dan rak terbuka |
| Dinding belakang | Bata ekspos dengan lapisan pelindung bening; area percikan diberi pelindung transparan |
| Hardware | Engsel dan rel laci soft-close, dipilih sesuai beban serta ukuran modul |
| Handle | Tarikan profil metal hitam yang menyatu dengan tampilan pintu kabinet |
| Sink dan keran | Sink stainless steel 304 satu bak dan keran mixer metal brushed steel |
| Lantai | Porcelain tile abu-abu matte 60 x 60 cm dengan nat senada |



